Puisi: Terbitlah Alat Penjernih Air

 

Ilustrasi Alat Penjernih Air


Di antara halaman rumah dan doa
Air mengalir membawa kisah luka
Keruh oleh nasib, pahit oleh waktu
Namun tetap melangkah di kehidupan

Ia datang dari universitas, datang dari pemerintah
Bukan malaikat bersayap cahaya
Melainkan tangan-tangan manusia
Membawa secercah harapan, alat penjernih air nestapa

Penjernih air
Bukan sekadar mesin berbunyi lembut
Tapi jembatan antara keruh dan bening
Antara dahaga dan kehidupan tumbuh

Menyaring lumpur-lumpur kesedihan
Mengendap di dada pejuang keluarga
Ia menjernihkan tak hanya air
Tapi pandangan buram, mengubah jadi jelas, meniti masa depan

Setiap tetes keluar darinya kejernihan
Membuka lembaran baru, merangkai perubahan
Mengalir deras dari keran kesabaran
Menampung air-air bersih, teringat syukur

Anak-anak murung kini bisa tertawa
Tanpa bersedih dan takut meneguk air
Ibu-ibu bisa memasak bersih
Air-air itu tak lagi mengendap duka

Langit pun seolah lebih biru
Tuhan tahu ada peduli, ada memberi
Mesin penjernih membawa berkah
Senyuman warga menentramkan sesama

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Puisi: Terbitlah Alat Penjernih Air"

close