Puisi: Bertemu di Dapur Umum

 

Ilustrasi Dapur Umum


Kampung-kampung berubah menjadi danau
Jalanan jadi sungai-sungai
Rumah pun mengapung dalam diam
Titik-titik asap mengepul tak tenggelam, dapur umum

Ia tungku dan panci menyalurkan kehangatan
Uap-uap nasi kasih tak pernah kering
Aroma bumbu-bumbu dan sayuran bening
Memanggil perut berbunyi halus

Anak-anak datang membawa mangkuk
Menyambut harapan dari genggaman kecil
Ibu-ibu menyendok lauk, dipacu belas kasih
Tangan mereka merangkul pundak lemah

Tenda dapur, pemuda menyalakan api
Kayu basah dan semangat kering
Bukan sekadar memasak di atas tungku
Ia menyalakan hidup agar tak padam

Ketika malam, gelap pun menyapa
Dapur itu tetap menyala
Seperti bintang-bintang bermunculan
Menolak padam di kampung sejarah

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Puisi: Bertemu di Dapur Umum"

close