Puisi: Rumah Terendam Air

 

Ilustrasi Rumah Terendam Air


Hujan tak lagi sunyi di tengah keramaian
Ia datang seperti buah-buah matang
Membasuh genting, menyusup ke sela-sela rumah
Menyapa tanah haus air, meluap, meluber

Di desa, suara hujan berirama kesedihan
Anak-anak berlarian hingga ke beranda
Ibu-ibu menggulung tikar licin
Menyelamatkan kenangan dan perabot, di tengah basah tak diundang

Di kabupaten, jalan berubah jadi sungai
Lampu-lampu jalan berkedip waspada
Warung-warung tutup menjadi pertanda
Langit sedang menurunkan tangisan alam

Di kota, beton-beton tak kuasa menahan
Air menyelinap gedung-gedung pencakar langit
Rumah-rumah warga tergenang bersama luapan sedih
Kaki tak lagi menginjak kering, ia berlabuh di genangan air

Air bukan sekedar air dingin
Ia membawa kabar di langit alam
Betapa kecilnya kita
Di hadapan alam, tak pernah lupa mengingatkan manusia

Di tengah genangan air jalanan
Ibu dan anak bermain bersama
Menyikapi kesedihan di dalam, ditutupi cahaya tersenyum
Mengirim harapan esok pagi, seraplah air hingga kering

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Puisi: Rumah Terendam Air"

close