Puisi: Tertuju Api Unggun

 

Ilustrasi Duduk Dekat Api Unggun


Pertengahan malam melipat kesunyian
Kita duduk bersisian
Seperti dua bara saling menyalakan cahaya
Di hadapan api unggun, menyimpan tirai rahasia langit

Api ini membawa nyala
Ia jantung yang kau bunyikan
Tatapan wajahmu seperti embun
Namun membakar musim kemarau, di kala rindu hujan mengguyur

Asapnya meliuk-liuk ke langit
Doa yang tak pernah selesai kuucapkan tentangmu
Sebuah cinta tak ingin padam
Meski malam semakin hitam dan menua

Kau tertawa dan percikan api meloncat
Semesta pun membawa sorak ramai
Atas pertemuan dua kalbu
Yang tak lagi takut terbakar

Kuingin jadi kayu yang kau pilih
Rela habis bersama kehangatan, memberi pelindung
Biarlah malam menjadi pertemanan kita
Melukis sejenak hamparan kemesraan

Bila fajar mulai menyeru terang
Biarlah cinta tetap tinggal di kehangatan tanah
Seperti api unggun yang padam, namun membekas
Sepasang kekasih menyalakan cahaya di atas cinta

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Puisi: Tertuju Api Unggun"

close