Puisi: Banjir Menggenangi Jalanan

 

Ilustrasi Banjir Menggenangi Jalanan


Pagi hari, awan hitam menyapa
Langit menumpahkan luka mendalam
Air turun bukan sekadar hujan
Ada tangisan, kesedihan, kekhawatiran tak tertampung

Jalanan kering berubah, Jalanan sungai tanpa muara
Aspal hitam lenyap, tenggelam bersama kenyataan
Langkah-langkah melambat
Namun harapan tak goyang ditelan musibah

Sepatu, sandal mengambang di pelataran
Motor-motor seakan perahu berlabuh
Anak-anak sekolah berlarian menatap langit
Seragam pun basah menyatu di kalbu

Pasar pagi ditinggal basah
Sayur-mayur diguyur hujan waktu
Ibu-ibu menatap lesu di balik kaca jendela
Bait-bait sabar diantara rintik-rintik hujan

Apakah ini cara-Mu mengingatkan kami?
Tentang pohon yang ditebang tanpa kasih
Apakah ini cara-Mu menyadarkan kami?
Tentang kekuasaan dan amanah diemban

Terkurung bersama genangan air
Juga kelalaian pepohonan mesti dipelihara
Genangan air semakin meninggi
Kami belajar menyusuri makna setiap aliran air bertambah

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Puisi: Banjir Menggenangi Jalanan"

close