Puisi: Banjir Menggenangi Jalanan
![]() |
| Ilustrasi Banjir Menggenangi Jalanan |
Langit menumpahkan luka mendalam
Air turun bukan sekadar hujan
Ada tangisan, kesedihan, kekhawatiran tak tertampung
Jalanan kering berubah, Jalanan sungai tanpa muara
Aspal hitam lenyap, tenggelam bersama kenyataan
Langkah-langkah melambat
Namun harapan tak goyang ditelan musibah
Sepatu, sandal mengambang di pelataran
Motor-motor seakan perahu berlabuh
Anak-anak sekolah berlarian menatap langit
Seragam pun basah menyatu di kalbu
Pasar pagi ditinggal basah
Sayur-mayur diguyur hujan waktu
Ibu-ibu menatap lesu di balik kaca jendela
Bait-bait sabar diantara rintik-rintik hujan
Apakah ini cara-Mu mengingatkan kami?
Tentang pohon yang ditebang tanpa kasih
Apakah ini cara-Mu menyadarkan kami?
Tentang kekuasaan dan amanah diemban
Terkurung bersama genangan air
Juga kelalaian pepohonan mesti dipelihara
Genangan air semakin meninggi
Kami belajar menyusuri makna setiap aliran air bertambah


0 Response to "Puisi: Banjir Menggenangi Jalanan"
Post a Comment