Puisi: Kompas Menujumu
![]() |
| Ilustrasi Memakai Kompas |
Di telapak tanganmu lembut
Terbuka berbagai peta langit tak pernah usai
Di tengahnya ada kompas mungil berdetak
Seperti jantung tak tau kemana rinduku
Jarum itu bergetar, bukan karena arah utara
Tapi namamu bersemayam di berbagai arah
Derajat yang menempel kenangan
Putaran doa yang tak selesai
Aku membaca kompas seperti membaca hatimu
Tak pernah berbelok, tapi kejujuran
Ada medan magnet membawa senyummu
Yang menggeser kutub bimbangku
Utara yang tak pernah tetap, sebab kau kutuju
Meski gelombang laut mengguncang khatulistiwa
Kompas ini tetap menujumu
Tak mau menyimpang dari arah tujuan
Kelak di saat jarum ini berhenti
Bukan kehilangan arah
Tapi belum sampai di atas pelaminan
Dan belum diraih di antara ijab kabul, ikatan suci
Seperti jantung tak tau kemana rinduku
Jarum itu bergetar, bukan karena arah utara
Tapi namamu bersemayam di berbagai arah
Derajat yang menempel kenangan
Putaran doa yang tak selesai
Aku membaca kompas seperti membaca hatimu
Tak pernah berbelok, tapi kejujuran
Ada medan magnet membawa senyummu
Yang menggeser kutub bimbangku
Utara yang tak pernah tetap, sebab kau kutuju
Meski gelombang laut mengguncang khatulistiwa
Kompas ini tetap menujumu
Tak mau menyimpang dari arah tujuan
Kelak di saat jarum ini berhenti
Bukan kehilangan arah
Tapi belum sampai di atas pelaminan
Dan belum diraih di antara ijab kabul, ikatan suci


0 Response to "Puisi: Kompas Menujumu"
Post a Comment