Puisi: Bingkisan di Tengah Arus
![]() |
| Ilustrasi Bingkisan di Tengah Arus |
Langit hitam membawa beban
Air mengalir membawa sisa harapan
Pelupuk mata basah oleh luka
Terbit cahaya dari tangan-tangan kepedulian
Perahu kecil mengapung di genangan
Membawa karung-karung kebutuhan
Beras, minyak, telur, dan doa
Berbungkus plastik kesederhanaan dan cinta
Pintu rumah hampir separuh tenggelam
Ibu-ibu menanti dengan sabar
Anak-anak menahan jeritan perut
Langit masih menurunkan air kesedihan
Datanglah mereka, bersatu dari segala arah
Bukan sekedar petugas, tapi lampu
Langkah tak gentar menahan arus air
Wajah-wajah menyimpan empati
Bukan sekadar beras diberikan
Ini pelukan negeri, membantu meringankan
Tak ingin warga kesakitan
Bahu-membahu menolong warga
Anak-anak tersenyum, di bawah guyuran hujan
Mereka tak tahu kehidupan pahit
Mereka tahu kebahagiaan, tawa dan keluarga
Merangkul harapan demi harapan
Langit mengeringkan air matanya
Mentari menyibak awan hitam
Di antara rumah-rumah terendam
Ketegaran terus dipompa, pompa keyakinan


0 Response to "Puisi: Bingkisan di Tengah Arus"
Post a Comment