Puisi: Perahu Menepis Sendu

 

Ilustrasi Perahu Menepis Sendu



Malam basah oleh tangisan langit
Sungai-sungai meninggalkan batasnya
Rumah-rumah berubah jadi perahu tanpa arah
Datanglah mereka tanpa diundang, tanpa pamrih

Mereka bukan malaikat, tapi jiwa-jiwa kasih
Langkah ringan membawa datang
Membelah arus air di genangan kaki
Menyusuri lorong-lorong air

Pundak-pundak memikul beban
Anak-anak kecil menggenggam boneka imut
Nenek renta menggigil dalam pelukan pilu
Ada doa-doa bersenandung di kalbu

Mereka tak mengenal siapa namamu
Tak menakar harta dan jabatanmu
Perhatian mereka terhadap
Nyawa masih bernapas, mata masih menatap cahaya

Perahu karet mereka membelah sunyi
Di tengah-tengah bencana
Mengayuh perahu, menemukan warga
Mengangkut jiwa-jiwa kesabaran

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Puisi: Perahu Menepis Sendu"

close