Puisi: Melewati Setiap Kilometer

 

Ilustrasi Mudik


Jalan panjang dengan keharuman doa
Roda waktu menggelindingkan rindu
Menuju pangkal awal bermula
Tempat pertama, terdengar bunyi pelukan

Langit sore terbentang
Setiap kilometer mengukur rindu
Mengalun dalam dada
Menuju pelukan ibu kasih sayang

Mudik bukan sekadar pulang
Kembali ke akar jiwa bermula
Aroma dapur mengandung kelezatan
Cerita masa kecil memancarkan keceriaan

Jendela bus terbuka
Bayangan sawah dan hamparan alam
Kenangan yang tak sabar menyambut kita
Secangkir teh hangat dibumbui senyuman

Kaki menjejak tanah halaman
Bumi seakan menyambut
Selamat datang duhai perantau
Kisahmu menanti ketakjuban

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Puisi: Melewati Setiap Kilometer"

close