Puisi: Melewati Setiap Kilometer
![]() |
| Ilustrasi Mudik |
Roda waktu menggelindingkan rindu
Menuju pangkal awal bermula
Tempat pertama, terdengar bunyi pelukan
Langit sore terbentang
Setiap kilometer mengukur rindu
Mengalun dalam dada
Menuju pelukan ibu kasih sayang
Mudik bukan sekadar pulang
Kembali ke akar jiwa bermula
Aroma dapur mengandung kelezatan
Cerita masa kecil memancarkan keceriaan
Jendela bus terbuka
Bayangan sawah dan hamparan alam
Kenangan yang tak sabar menyambut kita
Secangkir teh hangat dibumbui senyuman
Kaki menjejak tanah halaman
Bumi seakan menyambut
Selamat datang duhai perantau
Kisahmu menanti ketakjuban


0 Response to "Puisi: Melewati Setiap Kilometer"
Post a Comment