Puisi: Spanduk Memikat

 

Ilustrasi Memandang Spanduk


Desir angin dan debu tak kenal lelah
Terbentang sehelai kain
Menggantung di toko-toko kecil
Cat warna-warni mengelupas, bersama perubahan hari

Kata-kata bukan sekadar ajakan
Ada bisikan sunyi berubah riuh dari pemilik
Tentang pakaian, makanan, elektronik
Ditemani lampu-lampu terang

Ia berkibar membawa harapan
Bersama irama jalanan, hilir mudik arus kehidupan
Motor-motor lewat, menengok ajakan
Pejalan kaki memandang toko

Hujan tak diundang, berjatuhan lirih
Membasahi huruf demi huruf
Bagai air mata yang tak diseka
Membuat warna pudar, namun tak menyerah

Spanduk terpampang
Ia serangkaian kata penggugah pembeli
Bentang kain, ditambah ilustrasi memikat
Menunggu para penawar yang memerlukan

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Puisi: Spanduk Memikat"

close