Puisi: Rumah Hunian Sementara
![]() |
| Ilustrasi Rumah Hunian Sementara |
Rumah tumbuh dari sabar dan bala bantuan
Membasuh isak tangis di pelupuk mata
Tangan-tangan kepedulian, merangkai kisah
Tiangnya doa yang tak putus
Atapnya langit merendahkan diri
Lantainya bumi memeluk sedih
Dindingnya berhiasan angin
Anak-anak tidur dalam pelukan malam
Rumah hunian, berbaris-baris tertata elegan
Seperti kos-kos penuh kilauan
Menyambut keluarga terdampak banjir
Menepis keresahan, menggapai persinggahan
Rumah tak tetap, tapi cahaya menebar
Dari lampu kecil menyala
Di dada warga tak menyerah
Rumah ini bukan tujuan akhir
Ia bertanda koma dalam kalimat kisah panjang
Tentang pulang yang mesti diperbarui
Tentang hidup menulis perjalanan bangkit


0 Response to "Puisi: Rumah Hunian Sementara"
Post a Comment