Puisi: Drama Tak Menutup Tirai

 

Ilustrasi Drama



Panggung senyap berlampu remang-remang
Dua tokoh dalam naskah yang tak pernah rampung
Kau datang dengan musim semi berbalut gaun kabur
Aku menjelma hujan yang tak kunjung reda

Kalimat-kalimat dialog kita menyemai kasih
Desiran angin menyusup ke sela-sela tirai
Menggetarkan mahligai panggung
Seperti rahasia yang tak dibisikkan

Cinta bukan adegan yang singgah
Tapi jeda, di mana tatapan mata saling memandang waktu
Dan diam menjadi bahasa isyarat tak menentu
Membuka relung hati, menerbangkan impian

Kau adalah bunga yang terus menebar harum
Cahaya yang jatuh di wajahmu, menambah kelembutan
Membentuk bayangan tak sama di setiap perjumpaan
Aku aktor yang terjebak di antara dialog rasa

Tiap gerakan sandiwara menunjukkan keluhuran
Tiap perpisahan hanya sebuah latihan
Untuk perjumpaan di hari penuh makna
Drama dengan air mata dan canda tawa

Saat tirai menutup penonton
Kita tau bukan akhir cerita di atas panggung
Hanya jeda, menemukan kisah-kisah lain belum ditampilkan
Lembaran naskah tersimpan sepasang kekasih

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Puisi: Drama Tak Menutup Tirai"

close