Puisi: Pejuang Membelah Riak Banjir

 

Ilustrasi Pejuang Membelah Riak Banjir


Pagi hari mendung membawa rintik nestapa
Pekerja berbalut jas hujan
Menyusuri jalan-jalan jadi sungai
Sepatu menyelam memasuki genangan air

Motor dan mobil gerakan lambat
Angin bertiup membawa kabar
Helm-helm basah tak cukup bertahan
Menembus gelap menuju tempat cerah

Menggenggam sepeda motor, tangan pun berjuang
Ada menuntun sepeda, menyusuri aspal tenggelam
Ada menatap jam tangan
Seolah waktu terus berjalan, mengandung cerita

Air mengalir tak hanya di jalan
Ia di mata tak mampu mengalir deras
Menunggu air menyusut kering
Meski hari-hari tak kunjung surut

Hidup tak bisa ditunda keadaan
Tanggung jawab, melekat di tugas-tugas
Tak mengenal cuaca, mencari nafkah jadi tujuan
Menyebrangi ujian banjir, menempuh kelelahan

Langit dari segala penjuru
Beri jeda, biarkan bumi mengering sejenak
Agar para pekerja pergi dengan selamat, pulang pun juga
Segala sesuatu kehendak-Nya, terbitlah ketulusan berdoa

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Puisi: Pejuang Membelah Riak Banjir"

close