Puisi: Lantunan Merdu, Membujuk Hati

 

Ilustrasi Jual Beli di Pasar


Matahari perlahan menampakkan senyum
Menyinari pasar kecil dalam perputaran waktu
Jejak langkah ibu melaju di atas tanah
Menyusuri peta perjalanan aroma rempah-rempah

Dibeli, dibeli, dibeli, tikar melebar, membuka rezeki
Sayur-mayur menampakkan keanggunan segar
Ikan-ikan berenang memulai aktivitas
Ayam bertengger, bersuara, bersiap mengguncang kelemahan

Tangan itu, tangan telaten
Timbangan dan senyuman merekah di wajah berhijab
Suara alunan tawar-menawar terasa merdu
Di bawah payung besar, tatapan mata pembeli dan penjual

Pasar tradisional hanyut terbawa masa
Orang-orang saling berjalan berbelanja
Makanan dan pakaian jadi tujuan
Arus pasar membuka kebutuhan

Tak ada mesin kasir, hanya suara hitungan
Barang-barang dan uang, berubah cinta
Pembeli suka barang, penjual suka uang
Di tengah kemajuan, kebudayaan tetap lestari

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Puisi: Lantunan Merdu, Membujuk Hati"

close