Puisi: Mengudara Bersama Pena

 

Ilustrasi Wanita Menulis


Sepasang kekasih menautkan cinta
Membelah lautan tinta, membentuk segi hati
Tinta-tinta menempel menembus semburan bunga
Memasukkan ke sendi pena, menjalar kekuataan

Waktu telah berputar, menuliskan jejak
Kisah dibalik kelembutan, terurai harum
Pena tergores menyentuh bait-bait hati
Menawarkan seberkas cincin ikatan

Sepucuk lembaran cinta ditulis pena emas
Pena telah menari, bersama samudra rasa
Tertuang jalanan cerita kehidupan, tertuang ilmu
Segenap pikiran, segenap buah cinta nan bersinar

Duhai adinda, maukah ku goreskan kenangan kita?
Dengan air tinta dipesan dari negeri jauh
Kertas-kertas nan langka, menambah gudang masa
Aroma tinta berbaur dalam dekapan kertas

Pena-pena itu terbang, sang pengendali mengembara
Kutitipkan senyum, agar kau bahagia
Kutitipkan kenangan, agar kau rindu
Kutitipkan peduli, agar kau cinta

Perjalanan pena membersamai kapal sang tuan
Menemani hati dengan butiran kekasih
Mengarungi lautan alam, menemukan senyumanmu
Merangkul secercah harapan, mengeluarkan pikiran

Pena penyair menjelma melukiskan pelita rasa,
Pena pejuang, merakit senjata halus, menancap sasaran
Lisan tak terucap, tulisan tetap menyentuh
Melintang di arus zaman, suara menggema dalam bait-bait harapan

Pena sang penawar cerita dari negeri impian
Menuliskan peta-peta yang tersimpan di kalbu
Menuntun jalan-jalan lurus, ilmu benderang dipeluk
Menepis rasa lelah, menghadirkan cermin gemilang

Sentuhan pena begitu cepat menuliskan kompas kehidupan
Sang pengembara cinta, memasuki jejak berharga
Menelaah, menuliskan, mata memandang ciptaan-Nya, telinga menyerbu bait-bait alam
Gerak-gerik langkah menembus pengalaman

Apakah kau lelah pena?
Apakah tinta kekasih telah kering?
Apakah goresan pena menembus keheningan?
Apakah pena ada di sanubari cinta?

Sisa denyut pena di persimpangan tinta
Bensin tinta, redup ditelan masa
Pena telah melangkah sejauh pengendali
Untaian kata terus menderu, diisi tinta cinta

Pena terus menderu memompa mesin, membawa terbang
Bersama cinta melintasi benua, cerita kita perlu dikenang
Pejuang impian, pejuang ilmu, pejuang cinta dibalut goresan pena
Sempatlah ku genggam, pena perjuangan di tangkai bunga-bunga mekar

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Puisi: Mengudara Bersama Pena"

close