Puisi: Pangeran Antasari

 

Ilustrasi Pangeran Antasari


Terbuka lembaran harum, tanah Banjar tempat berpijak
Menyeluruh pandangan, membuka ketangkasan
Melawan penjajah dari tangan kezaliman
Berdiri memikul perjuangan Banua

Gabungan perang memecah benteng
Pangeran Antasari pejuang gagah
Alunan angin deras, membasahi laga aksi
Berjuang membebaskan rakyat pertiwi

Semangat Pangeran dan rakyat, menancap di belahan hati
Aliran air merah, memuncak bergejolak
Gerak langkah mulai menderu, pantang menyerah
Senjata tradisional membelah kemustahilan

Tekad kuat menyusup ke tulang
"Haram Manyarah, waja sampai kaputing"
Slogan digaungkan, lelah ditepis, semangat membara
Bersatu maju, melawan penjajah

Selepas rasa memandang kisah pejuang
Kisah terbuka dari lembaran sejarah yang tertuang
Buku-buku, cerita telah tersimpan di sanubari Banua
Perjalanan panjang, mulai menepi di kos-kos perkotaan

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Puisi: Pangeran Antasari"

close