Puisi: Jalan Diperjuangkan

 

Ilustrasi Jalan


Jalan tak lebar dari seutas niat
Menyusuri punggung pegunungan
Sedih tak sempat gembira
Ada rumah di ujung jalan penuh pesona

Langit cerah membuka pandangan
Awal-awan menggumpal menyimpan rahasia
Angin berkelana menyampaikan pesan
Kota begitu besar, jalanan luas, jalanan mulus

Di kiri jurang mulut menganga
Di kanan tebing diam seribu tahun
Di tengah-tengah menaiki roda tua berderit
Mengangkut beras dan segudang impian

Langkah kaki berayun meniti nestapa
Doa-doa tak mengenal menyerah
Menggema di sanubari kesejukan
Menjadi akar rimbun dengan keteguhan

Desa itu terjauh dari kota
Namun kehidupan berputar melewati zaman
Tak pupus harapan untuk bertumbuh
Di atas harapan, ada ketercapaian

Jalan desa itu sempit
Jalanan berkelok tajam dan menanjak
Pejuang desa dan pejuang pendidikan
Memasuki desa keadilan, itulah dinantikan

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Puisi: Jalan Diperjuangkan"

close