Puisi: Jeritan Negeri

 

Ilustrasi Perkotaan


Hutan beton yang menjulang
Ada bayangan tak sempat tumbuh
Mereka bukan tiang lampu, bukan pohon rimbun
Melainkan manusia dilupakan waktu

Bayangan neon menyala di balik toko
Menatap roti di balik kaca
Tak bisa membeli manisnya roti
Tak bisa disentuh lembutnya adonan

Dompet menjadi sumur kering
Berdenting kosong dilahap harapan
Layar-layar raksasa menyalakan lampu
Dengan kemewahan dan diskon menggugah

Kemiskinan menyentuh keluarga
Tak hanya beras-beras
Tak hanya lembaran uang
Namun merebak ke wifi dan pulsa yang habis

Mereka menanam mimpi di jalanan
Disiram air hujan, dipapar sinar matahari
Tapi tak tumbuh besar
Sebab tanah itu, tanah milik kekuasaan

Kemiskinan mulai menyebar
Tangan-tangan amanat tak mau berkorban
Mereka duduk di atas singgasana
Hamparan makanan dan fasilitas memanjakan tubuh

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Puisi: Jeritan Negeri"

close