Puisi: Kurir Menembus Badai

 

Ilustrasi Kurir Menembus Badai


Gudang-gudang tampak gagah
Bangunan bernuansa keramik alam
Dibuat penuh perhatian, tangan-tangan pejuang
Jadilah bentuk megah, berisikan keperluan orang

Gudang paket memenuhi tanah kosong
Mobil, motor bolak-balik mengantarkan pesanan
Badai angin tak mengguncang langkah
Paket itu harapan yang diinginkan kekasih

Kurir mengantarkan paket, muatan berharga di mata pemilik
Menit waktu terus mengalir di keseharian masa
Pintu-pintu rumah saling ditemui, membuka percakapan lembut
Mengantarkan buah senyuman, tak lupa paket di tangan

Tak kenal lesu, tugas dibingkai tanggung jawab
Mesin motor telah dihidupkan, menderu kegigihan
Terik matahari menambah gelora jiwa
Setiap tetesan keringat, paket-paket diantarkan

Salam, senyum, tak lupa penyebut nama
Apakah atas nama ini, benar?
Perjalanan dari rumah ke rumah, menembus ketidaktahuan alamat
Memeriksa dan mengantarkan dengan sepenuh cinta

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Puisi: Kurir Menembus Badai"

close