Puisi: Di Persimpangan Apotek

 

Ilustrasi Apotek


Toko-toko berdiri tegak, meninggalkan jejak
Dinding dan atap menawarkan kebersihan
Kaca mengkilap menambah pesona
Orang lewat memandang di dalam

Sebuah rintik-rintik toko apotek
Obat dari segala obat, menyentuh si sakit
Ruang-ruang bertiraikan rak-rak penawar
Tulisan-tulisan menempel di balik obat

Membuka pintu cahaya, lemah ditepis penyembuh
Ku tatap penjual dari cahaya-cahaya ilmu
Sang penjual menanyakan gerangan kesedihan
Sang penjual mengambil rempah-rempah pil

3 x 1 hendaklah diminum dengan teratur
Sebuah perhatiaan waktu, teringat perhatian kekasih
Tak lupa membaca basmallah, membuka gerbang
Melihat satu persatu dari butiran kepahitan, memasuki rongga jiwa

Desa-desa ditiup angin dingin
Hujan deras membasahi kalbu-kalbu perindu
Secangkir teh hangat, tak lupa obat yang dibeli
Sakit dilepaskan dengan perlahan, senyuman segar dinantikan

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Puisi: Di Persimpangan Apotek"

close