Puisi: Ketupat Memantik Rasa

 

Ilustrasi Ketupat Memantik Rasa


Kelapa tinggi menjulang menggapai langit indah
Akar-akar yang mencakar tanah kesuburan
Batang, daun tumbuh bersama hari-hari
Buah kelapa mengandung butiran kesejukan

Ketupat itu, terbuat dari daun kelapa
Dianyam dengan tangan-tangan pemberani
Diisi beras yang bersih, mengisi cahaya jiwa
Jadilah bentuk ketupat, elok dipandang

Ketupat dimasak, api bergejolak mengisi pergerakan
Air mendidih, bersamaan ketupat perjalanan
Api dijaga, ketupat diaduk dalam balutan sayang
Mendengarkan alam di pedesaan, mengundang sayup-sayup angin

Kuah santan, putihnya melihat awan
Ikan gabus melabuhkan di wajan keharuman
Pengorbanan di setiap kelezatan, wajah letih tersentuh angin pudar
Bumbu dapur tak lupa mengisi relung-relung bahagia

Sambal kacang berteman kuah santan
Kacang yang diolah memberi warna
Suka keduanya atau salah satunya
Ketupat terhidang, sepasang kekasih menyantap

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Puisi: Ketupat Memantik Rasa"

close