Puisi: SecangkirJeruk

 

Ilustrasi Secangkir Jeruk


Derapan kaki menyusuri pohon kuning
Buah-buah kuning menyinari hijaunya alam
Berbuat manis, berbuat masam menemani ranting
Semerbak bunga bermekaran dari ujung hati

Jeruk bulat membentuk bulatan bumi
Menggelinding memasuki keranjang waktu
Terkumpul buah kesegaran bercampur kepahitan
Memilah dari ratusan jeruk cinta mulia

Secangkir jeruk dibuat dari perasaan kesakitan
Ditambah sayatan luka keluar air kekuningan
Gula-gula saling menyapa di gelas gelombang
Menyatu dalam perjalananan warna kehidupan

Air jeruk menyentuh lidah merasakan sepoi angin
Percikan mata memejamkan masamnya perjuangan
Mengolah ketegaran diujung rasa ujian
Mengunjungi taman buah, taman suka cita

Jeruk hijau di luar, tersimpan kekuningan di alam perasaan
Mengambil satu bagian, menelan kelegaan
Tergambar aneka kisah cinta, ditepis kepergiaan
Jeruk itu habis, tinggal kulit yang dilupakan

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Puisi: SecangkirJeruk"

close