Puisi: Pandai Besi

 

Ilustrasi Pandai Besi


Arang bertumpuk mewujudkan secercah tujuan
Menggenggam arang di tangan, memuncak debu-debu yang berhambur
Membentuk tirai perwujudan melalui tangisan
Keringat bercucuran membelah masa lalu

Pandai besi itu, berjuang membentuk jiwa
Besi-besi digunakan, api menyala kegigihan
Aliran tangan mengepal palu, kuatkan pukulan ketahanan
Memperindah eloknya besi, dipukul penuh perhitungan

Pisau-pisau dibentuk, ditimpa berbagai ujian
Besi dibakar, besi meninggalkan jejak kepahitan
Berubah menjadi indah, berguna kemaslahatan
Alat pertanian, pemotong sayur, pemotong hewan, berubah di bawah panas, tak lupa pukulan diterima

Benda keras menyingsing kelemahan
Benda lunak dibentuk secantik ukiran artistik
Melewati hempasan palu, memendam kesungguhan
Memberi tujuan, dibentuk berbagai keperluan

Besi-besi itu, besi berubah mengkilap
Sisinya tajam, sisinya bersinar
Pandai besi mereka berjuang memunculkan potensi
Mengemban beratnya tugas, cucuran keikhlasan berselimutkan di kehidupan

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Puisi: Pandai Besi"

close