Puisi: Jalur Melengkung

 

Ilustrasi Jalur Melengkung


Meja-meja rapat mempesona
Tangan licin menari tanpa suara nyaring
Anggaran berubah jadi angka semu
Rakyat menanak air dengan debu

Di sekolah ilmu diperjualbelikan dengan lembaran nilai
Rumah sakit bergerak ditimbang dengan rupiah
Jalanan tol menunduk dengan dompet tebal
Keadilan pun sukar ditemukan

Petani mengharap indah di ladang kering
Nelayan menarik perahu pada janji
Di atas kursi-kursi empuk
Menyembunyikan lembaran catatan uang, ditelan senyuman manis

Korupsi bukan sekedar uang cucian
Mencuri cita-cita, masa depan nan terang
Bibit-bibit korupsi tumbuh di sistem rapuh
Berakar dari hati tak tulus

Negeri dari segala negeri, sampai kapan terus diam?
Sampai kapan suara dibungkam?
Bangkitlah sang pejuang keadilan
Tak bisa ditunda, hingga kemenangan harum

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Puisi: Jalur Melengkung"

close