Puisi: Menyapa Semangkuk Bubur Ayam
![]() |
| Ilustrasi Semangkuk Bubur Ayam |
Pagi hari menyapa alam
Semangkuk bubur ayam, menyambut fajar
Putihnya bubur di halaman kosong
Tempat menulis harapan baru, menyegarkan rasa
Taburan bawang goreng, gemerincing syahdu
Laksana butiran daun-daun gugur ke bumi
Memberi kesejukan di mata
Dan menyantap bubur, penunda sakit
Suwiran ayam, dirobek hingga menyebar
Jatuh perlahan, menyatu dalam kuah rindu
Seperti kisah sudah tertanam di hati
Perjalanan kasih, membekas tak ingin pergi
Kerupuk rapuh, membelah sunyi
Kenangan masa kecil, disetiap gigitan
Suaranya mengingatkan masa-masa perjuangan
Berjuang menumbuhkan jiwa-jiwa tangguh
Sambal merah dipercikkan
Warna keberanian menyala lembut
Bubur itu diaduk kehidupan
Siap melewati perjalanan berliku
Semangkuk bubur ayam terhidang
Senyum dari sang penjual keikhlasan
Ia menyajikan kesungguhan dan ketelitian
Hingga tercipta cita rasa, penggugah rindu


0 Response to "Puisi: Menyapa Semangkuk Bubur Ayam"
Post a Comment