Puisi: Sepersekian Jam

 

Ilustrasi Jam di Handphone


Ketikan ponsel terus melaju
Rangkai demi rangkai pesan mulai terbentuk
Cahaya putih memancar wajah sepi
Hari-hari tangan saling bertukar sentuhan ketangkasan

Kamar kecoklatan membentuk garis masa
Disemai kalimat menyentuh jiwa
Matahari menerbitkan kehangatan
Ketikan pesan menuju seberkas harapan

Mata menatap nama-nama yang mengusik
Ada hati di pelabuhan rindu
Seberkas kenangan menyusup dan bernyala
Menyisipkan draf pesan, siap meluncur

Takut memulai, meninggalkan detak jantung
Bergetar rasa-rasa cemas, dipadu keseriusan
Saling sapa, tapi tak berjumpa
Pesan pun telah terkirim, tapi tak terbalas

Layar ponsel berbentuk persegi panjang
Menawarkan keindahan, menawarkan penjelajah waktu
Menunggu bunyi-bunyi syahdu, dibalut sepersekian jam
Pesanmu dinantikan di penghujung sapaan

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Puisi: Sepersekian Jam"

close