Puisi: Pasir Waktu
![]() |
| Ilustrasi Pasir Waktu |
Duduk menatap jam pasir mengalir
Butir demi butir perlahan jatuh tanpa suara
Seperti perputaran arus zaman
Waktu bukan musuh, tapi jadi sahabat
Berjalan, menoleh, tak lambat
Lembaran buku terselip catatan
Aku mencari makna dari detik-detik waktu
Pagi datang dengan senyuman manis dan doa
Sore pulang membawa mata lelah
Namun ku raih setumpuk pengetahuan
Ada cita-cita yang mesti ditunaikan
Pasir waktu, ajari aku bergerak
Bahwa langkah kecil, terus menerus menuju puncak
Belajar tak hanya nominal angka
Terselip pelajaran sabar, dibumbui perjalanan pendewasaan
Jika nanti aku lupa
Kupandang lewat desiran pasir waktu
Waktu bukan berleha-leha, ia berharga di tangan bijaksana
Disyukuri dalam penggunaan waktu, dihayati hingga badan bergerak


0 Response to "Puisi: Pasir Waktu"
Post a Comment