Puisi: Sekawan Tembok dan Lantai

 

Ilustrasi Tembok dan Lantai


Tembok dan lantai bersatu padu
Serpihan cerita beralaskan kenyataan
Bersebelahan di ruang-ruang waktu
Meniti bait-bait perjalanan keluarga

Ruang rumah menyimpan nestapa
Tembok tempat bersandar, menghempas peristiwa
Air bening membasahi pipi lembut
Duhai anakku, engkau tumbuh di tumbuh kesederhanaan

Kasihan, kasihan, hati memendam getaran cinta
Wajah-wajah mungilmu menepis lelahku
Canda tawamu menembus angan-anganku
Di balik tirai kusut, dibuka kertas cita-cita

Lantai beralaskan keras, membentuk bekas-bekas tanda perjuangan
Ada harapan di setiap sendok makan
Memilih cerita indah, namun tak bisa mengelak ujian
Lantai, lantai kecoklatan bersentuhan tubuh impian

Tembok tak bisa pindah
Lantai tak pernah mengeluh
Adakah keindahan di masa depan?
Adakah keluarga yang terus dinantikan?

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Puisi: Sekawan Tembok dan Lantai"

close