Puisi: Tanah Hanyut

 

Ilustrasi Tanah Hanyut


Paku beton berjejer memasang kemegahan
Air mata ibu di akar-akar bercucuran kesedihan
Di saat kita mulai menempelkan logam berat
Tanah-tanah humus tak lagi ramah

Gunung di mana-mana diam
Hembusan nyala api dipaksa, menebarkan kemerahan
Pagi-pagi hari tak mampu hijau
Seketika awan panas menyapu batang kokoh

Alam ibu pertiwi tak perlu sentuhan lembut
Dia hanya mau hijaunya terus beterbaran
Mendengar bait-bait getaran bumi
Menyentuh jantung kita di peringatan nyata

Hutan lebat tak dilihat
Hanya kebotakan di setiap hamparan tanah
Tanah kering terus ditimbun
Tanah basah tak bisa meresap sejuknya pohon rindang

Bangunan dilapiskan tameng-tameng besi
Menghantam tanah bumi kita
Dibalik kenyamanan tubuh, tak melirik lingkungan
Hancurlah beningnya air, kesegaran dari bumi ini

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Puisi: Tanah Hanyut"

close