Puisi: Langit Tak Biru

 

Ilustrasi Langit Tak Biru


Sulaman langit dari nyanyian petani
Biru langit menjalar ke lubuk rindu
Kau keluarkan nyanyian-nyanyian pabrik
Menenggelamkan aliran sungai nan syahdu

Rambut-rambut putih terhampar di bumi
Ibu pertiwi telah menua, semakin dilupakan
Bangunan menjulang tinggi, tak ingat kehijauan
Maafkan kami tak mampu menahan

Langit hitam membumbung nestapa
Wajah senyum disapu dengan renungan
Asap menyerobot cahaya benderang
Udara segar habis dimakan mesin

Malam nan tenang
Bintang terang di langit itu
Berseru berbagai mesin-mesin besar
Merubah malam semakin pekat tanpa sinar

Di bawah sebatang pohon
Memandang arus zaman, merubah peradaban besar
Di saat kemudahan maju ke depan, tak luput kehancuran
Ibu pertiwi meninggalkan jejak tanpa rimbun

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Puisi: Langit Tak Biru"

close