Puisi: Nyala di Hutan

 

Ilustrasi Nyala di Hutan


Di pelipis mata bumi, dulu terhampar kehijauan
Terbentang diam seperti ada luka terbuka
Ranting-ranting lapuk berdoa dalam bara
Dan angin menghembuskan ratapan pohon tua

Langit tak biru, hanya langit kelabu
Jubah-jubah abu terus menggantung pilu
Bangsa burung kehilangan kompas
Seperti kenangan terbawa percikan api

Di jantung ekosistem, merangkai daya alam
Bencana bernyala, reaksi kimia kian menyebar
Suhu panas naik drastis, oksigen perlahan lenyap
Hidrokarbon terlepas, partikel halus berhias

Ribuan fotosintesis terhenti, klorofil terurai
Nutrisi tanah hangus menyisakan abu
Bukan lagi api unggun biasa
Namun api besar menyentuh kerisauan batin

Api bukan hanya panas di telapak tangan
Ia adalah perputaran pertunjukkan yang tak terucap
Dari akar hingga dedaunan menelan hangus
Dari tanah yang tak sempat mengeluarkan kesejukan

Hutan menjadi ibu yang sunyi
Menangis dalam kebisuan
Daun-daun hijau, kini berubah abu
Memberi kabar di setiap bangsa, tersebar bersama langit kelabu

Kita anak-anak yang tak tau harga
Menyalakan korek di tungku-tungku musim kemarau
Menyalakan sejarah kelam
Membakar masa depan, masa-masa kesuburan

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Puisi: Nyala di Hutan"

close