Kasih Sayang Lewat Hadiah

Kasih Sayang Lewat Hadiah

Memberi sesuatu dalam bentuk materi ataupun non materi merupakan tindakan yang baik. Sebagai seorang manusia mempunyai hati nurani terhadap orang lain. Rasa saling sayang menyayangi membentuk umat yang rukun, damai, sejahtera. Memberi sesuatu kepada keluarga, guru, teman, orang yang memerlukan dan lain-lain. Orang yang menerima menjadi senang. Sebab memperoleh suatu pemberian yang baginya sesuatu yang berharga.

Indahnya melihat ketika seseorang mendapat hadiah, dengan memberi hadiah memiliki dampak positif dalam mempererat silaturrahmi, yang awalnya terjadi konflik yang mengakibatkan tegur sapa tidak ada lagi menjadi baik kembali dengan memberikan hadiah.

Menyiapkan hadiah untuk seseorang haruslah menyesuaikan dengan keadaan si pemberi dan bermanfaat untuk si penerima. Jangan sampai si pemberi merasa terbebani, berat hati, keterpaksaan, tidak ikhlas saat memberikan hadiah, akan tetapi harus dengan lapang dada, ikhlas, niat untuk menyenangkan orang lain. Sehingga memberi hadiah bukan niat untuk dipuji atau ingin dilihat orang lain. Memberikan hadiah disertai niat yang baik bisa menjadi ibadah.

Niat memberikan hadiah sebagaimana dalam kitab niat karya Al-Habib Muhammad Ibn ‘Alwi Alayadrus yang di terjemahkan oleh Eko Prayitno yaitu:
  1. Melakukan perintah (Imtitsal amr) Nabi ‘alayhis-shalatu was-salam. Sebagaimana dalam sabdanya, “Hadiah-menghadiahkanlah kalian, (niscaya) kalian akan saling mencintai.” (al-Hadits).
  2. Menanamkan kasih sayang.
  3. Menggembirakan sesama.
  4. Menghilangkan bala (musibah).
  5. Melepaskan sifat bakhil (pelit).[1]
Supaya memberi hadiah yang baik maka ketika kita sebagai pemberi tidak boleh mengharap imbalan kembali dari si penerima hadiah. Apabila kita mengharap menjadikan hati tidak ikhlas, tidak tenang sebab niat yang salah yaitu niat untuk mengharap balas kembali.

Pentingnya memahami arti dari memberi hadiah. Supaya perbuatan dan niat yang ada di dalam hati ketika memberi hadiah menjadi baik dan benar. Adanya tindakan dalam memberi hadiah dapat melatih diri kita untuk bisa berbagi kepada orang lain, memberi bantuan, membahagiakan si penerima.

Membiasakan untuk hal-hal yang baik memang tidak mudah, perlu niat yang tulus, maka saat memberi hadiah kepada orang lain tidak menjadi terbebani. Perhatikanlah wajah-wajah penuh kegembiraan saat mereka menerima hadiah dari kita, kita pun bersyukur bisa menyenangkan mereka walaupun tidak seberapa besar yang kita berikan.

Memberi hadiah mengajarkan bahwasanya satu sama lain saling menyayangi, tolong-menolong, menghilangkan sikap kikir, menjadi dermawan, mensyukuri nikmat yang Allah berikan, berbagi kebahagiaan.

Indahnya kehidupan, saat kesejahteraan itu ada, damai antara satu dengan yang lain, saling menolong dalam kebaikan, maka akhlak terpuji itu akan hadir dan menghilangkan akhlak yang tidak baik.



Oleh: Ahmad Norhudlari (Mahasiswa UIN Antasari Banjarmasin)


Referensi:
Alaydrus, Al-Habib Muhammad Ibn ‘Alwi. Kitab Niat: Sebuah Buku Membahas Seputar Persoalan Niat, Cet. VII, Surakarta: Layar Creativa Mediatama, 2022.

                [1] Al-Habib Muhammad Ibn ‘Alwi Alaydrus, Kitab Niat: Sebuah Buku Membahas Seputar Persoalan Niat, Cet. VII (Surakarta: Layar Creativa Mediatama, 2022), h. 126.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Kasih Sayang Lewat Hadiah"

close