Puisi: Terhampar Atap Rumah
![]() |
| Ilustrasi Atap Rumah |
Tak lupa melihat yang di bawah tersimpan keistimewaan
Alam hijau terhampar dari lembaran karpet
Menyentuh, memandang, kelembutan sementara
Di bawah tinggi menara, terurai dengan jajaran rumah
Atap-atap rumah jadi satelit penjelajah maps
Terik panas ditahan atap rumah, terik kesusahan terus menyusuri kemudahan
Atap sebagai atap menutupi kelemahan, memberi rasa harapan
Atap rumah sudah dimakan usia perjalanan hari
Coklat-coklat menjadi tatapan di langit
Menyisakan bunyi rintik hujan menenangkan jiwa
Keluarga mendiami rumah, terbitlah syukur
Berbagai atap rumah silih berganti menjadi kekuatan
Menawarkan warna warni kehidupan dikala zaman berkembang
Bertahan melewati tangisan badai, menyentuh atap kalbu
Memberi pengetahuan, memberi pikiran kejernihan
Atap rumah menjadi pelindung dikala susah, dikala senang
Berteduh dari keterpurukan, menyentuh rasa kesabaran
Memulai menyusun tujuan, dari serpihan waktu berharga
Membuka kedalaman rasa, terukir kiat-kiat mulia


0 Response to "Puisi: Terhampar Atap Rumah"
Post a Comment