Puisi: Secangkir Air Es

 

Ilustrasi Secangkir Air Es


Di dapur memancar keheningan
Berbagai alat, berbagai bahan pokok menunaikan tugas-tugasnya
Mata tertuju pada cangkir kedinginan
Mulai dingin merasuk hingga ke tangan

Kulkas itu telah lama memendam salju kelam
Membuka pintunya, menahan gigitan yang menggigil
Dingin mengambang bersama ingatan lama
Air dingin diambil dari sendi-sendi es

Secangkir air es membasahi kerongkongan hati
Tangan-tangan membuka, bertemu air kesedihan
Bibir, gigi, lidah terasa berguncang menahan terjangan
Membelah sunyi menjadi isak-isak panas dingin

Seteguk air es sudah terbang meninggalkan cangkir
Berkelana dari perjalanan dingin
Memisahkan jiwa-jiwa lemah, menuju ketahanan alam
Membuka dingin di ingatan, mencium aroma kekasih

Air es membendung panas, menuntaskan kerisauan
Membelah kebekuan, air mengalir menuai embun bahagia
Kisah-kisah dingin di senandungan di balok-balok es
Meleleh hingga mencair penuh cinta

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Puisi: Secangkir Air Es"

close