Puisi: Secangkir Teh

 

Ilustrasi Secangkir Teh


Kayu-kayu telah lapuk dimakan putaran waktu
Sisa-sisa kokoh telah hilang ditelan sanjungan
Hitam berubah kecoklatan menebar cerita
Jeritan membasahi pertemuan rindu dan kenyataan

Malam hari yang memendam rasa teh
Secangkir teh perlu dibuat, meresap kalbu
Satu kantong teh mulai menyentuh hidup
Membuat bumi tandus berubah subur

Hamparan air dipadu gula-gula manis
Malam dan teh hangat terasa dipeluk kekasih
Membekas rasa-rasa kisah, pertanda cinta bersemi
Memilih merasakan adukan kelembutan duhai gelombang keajaiban

Teh terhidang berwarna merah yang tampak tak cerah
Teh terbungkus dari kantong pemerhati ketekunan
Menembus dan membasahi pikiran bergelora
Mengalir ke sendi-sendi kebaikan

Malam dingin dicegat teh hangat
Merasakan aliran air teh menjadi aroma nostalgia
Perjalanan bersama rasa sepat tanpa bunga cinta
Takdir telah mengisi kehidupan insan

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Puisi: Secangkir Teh"

close