Puisi: Ruang Tamu Menuju Dambaan

Ilustrasi Ruang Tamu

 

Matahari terus menebar senyuman cahaya
Menerangi gelapnya bumi hingga ke jiwa
Rumah-rumah terbuka menjadi tanda indah
Siap mengundang tamu untuk dijamu

Melangkan kaki memasuki ruang tamu keindahan
Saling salam, saling menyapa, buah pertemuan
Kisah-kisah terhampar menjadi lalapan rindu
Memecah tawa dari pertemanan masa lalu

Ruang tamu didesain baik, kursi dan meja tersedia
Tak lupa aneka snack menyegarkan perut
Suasana adam tersingkap kipas angin
Memecah panas jadi debu-debu dingin

Jamuan tersaji, percakapan serasi
Perihal hati memandang nan di dalam
Kekasih cinta melembutkan kerinduan
Ingin memandang dan menyentuh dengan halal

Dalam dekapan tangan bersama Ayahnya
Perihal cinta milik-Nya, Ananda kuat menerima keputusan
Saling memandang, tersimpan bunga-bunga mekar
Saling berkenalan menambah daftar kerinduan

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Puisi: Ruang Tamu Menuju Dambaan"

close