Puisi: Mengetuk Pagar Rumah

 

Ilustrasi Mengetuk Pagar Rumah


Duduk di kursi memandang lingkungan ilusi
Terhampar jejak kesegaran alam
Dinginnya udara menyentuh kulit-kulit rasa
Gosokkan tangan menghangatkan jiwa

Tatapan wajah menuju lorong-lorong kalbu
Tatapan mata menuju pagar rumah
Pagar rumah berhiasan ketahanan, kekokohan
Menghalau gangguan perusak ketenangan

Pagar rumah berdiri panjang menghadap langit
Mengelilingi pemilik hati penuh kasih
Ketentraman menjadi dambaan pecinta
Buahnya manis, segar di perasaan

Mengetuk pintu pagar keheningan
Muncul gangguan dari hembusan kengerian
Menahan rasa, menahan cinta, sebelum cincin terpasang
Mengolah jiwa berkekuatan iman ditanam

Duhai pengetuk pagar rumah nan cantik
Engkau menemui helaan nafas keindahan
Duhai pemilik rumah, membuka atau menjaga
Waktu terus terukir, ada takdir baik dalam kesabaran

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Puisi: Mengetuk Pagar Rumah"

close