Puisi: Secangkir Kopi
![]() |
| Ilustrasi Secangkir Kopi |
Berkeliaran para burung-burung
Memenuhi langit cerah, menutup pintu lemah
Melawan arus udara berkekuatan dahsyat
Ku aduk bumi lautan kopi
berisi serbuk hitam menyentuh bibir
Air dan kopi dalam masa depan
Tegukan mengalir singgasana alam kepahitan
Aroma harum memenuhi rongga perjalanan
Menyusuri irama kehangatan asap hangat
Kopi hitam meletus jiwa-jiwa pejuang
Menaiki tangga-tangga curam menuju seduhan kopi
Duduk sebentar melihat arus jalanan
Ditemani kopi yang terhantar kehampaan
Menyambut dengan tangan tangan
Siap melaju ke bibir penuh cobaan
Semakin ku aduk kopi, menghitam jadi awan gelap
Masa-masa terang berubah guyuran hujan rindu
Dalam tetesan air hangat kopi menyegarkan perasaan
Dikala air gelombang diaduk kopi hitam kemesraan


0 Response to "Puisi: Secangkir Kopi"
Post a Comment