Puisi: Minyak Rambut Menuai Rindu

 

Ilustrasi Minyak Rambut


Tetes demi tetes mengalir kental rasa cinta
Menyapukan ke tangan-tangan halus
Mengusap ke kepala, rambut elegan tampak gagah
Rapi menyentuh angin badai tetap bertahan

Kenangan bersama ibu, tertuang dalam minyak rambut
Sentuhan hangat, berkata duhai anakku ganteng
Rindu menyentuh aliran rambut di sisir
Minyak rambut menempel, kilauan kelembutan hati Sang Ibu

Aroma semerbak wangi, menjunjung kebaikan
Minyak rambut terus bersama dalam kerinduan
Anakku beruntung, anakku beriman
Terucap kata indah menjadi intan, tertanam di Ibu

Minyak rambut menyentuh kalbu
Lesu-lesu di wajah, berterbangan pergi
Dermaga meriah, senyum mempesona bahagia
Tak hanya sentuhan rambut, sopan santun terus bertata

Rasa cinta dari serbuk kasih Ibu
Tak pudar dimakan rayap-rayap zaman
Sentuhan cinta masa kecil, membekas dalam hati
Minyak rambut dalam perjalanan masa, menuai rasa rindu

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Puisi: Minyak Rambut Menuai Rindu"

close