Puisi: Jujur Menepis Risau

 

Ilustrasi Pergi ke Toko Buah (sumber: bing)


Rintik-rintik basah menyentuh tubuh
Angin halus menjalar tubuh penuh kelembutan
Dingin di musim hujan membawa rindu
Semakin dingin semakin memecah kisah dulu

Jujur membawa sebuah cahaya mulia
Berkata menunaikan hak-hak positif
Memandang, mendengar dengan seksama
Meraih kemuliaan melalui kejujuran

Teladan insan mulia, memberi pelajaran
Akhlak jujur dalam berdagang, hilanglah sifat tercela
Orang jauh mendekat, orang dekat semakin dekat
Buah kejujuran melekat, menyinari rembulan kalbu

Bertutur kata dengan jujur, melukis es dengan perhatian
Lidah menjadi perantara komunikasi, jembatan interaksi penuh cahaya
Jujur melewati pahitnya kehidupan
Memberi kesempatan untuk berkata meminta pertolongan kepada-Nya

Jujur dalam benang-benang putih
Di mana pun berada, jujur menjadi sarana perkenalan akrab
Jalanan di kota berhiasan lampu dan bunga
Jujur terbawa angin kebahagiaan

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Puisi: Jujur Menepis Risau"

close