Puisi: Mendaki Gunung, Menyingsing Pandangan
![]() |
| Puisi: Mendaki Gunung, Menyingsing Pandangan |
Melihat pemandangan, hati berdetak kagum
Terbuka rasa takjub membelah kepahitan
Terkikis penat perjalanan berganti senyuman
Mendaki puncak, memecah kesulitan kehidupan
Bahaya, medan sulit bertemu terus
Menyingsing ketakutan diri membuka harapan
Maju berani memulai kebaikan yang deras
Bekal-bekal dipersiapkan menjadi sarana tujuan
Tas di pundak membawa beban ujian
Jiwa-jiwa bergelora membawa semangat mulia
Terus berjalan, melangkah kaki perjuangan dengan cinta
Kemah-kemah didirikan di atas puncak gunung indah
Malam mulai menghampiri rindu kepada-Nya penuh keheningan
Selimut kekasih digunakan dan zikir terucap lirih
Semakin malam udara dingin meresap ke badan
Api unggun mulai dinyalakan di setiap depan tenda
Menghangatkan sisi-sisi dingin tubuh kesendirian yang dilanda
Melihat langit di atas puncak, melihat alam keagungan-Nya
Segala puji untuk Tuhan yang Maha Pencipta


0 Response to "Puisi: Mendaki Gunung, Menyingsing Pandangan"
Post a Comment