Puisi: Dingin Menyelimuti Kisah

 

Puisi: Dingin Menyelimuti Kisah


Segelas air es membasahi lidah
Dinginnya meresap hingga ke sendi-sendi kenangan
Akankah dingin merenggut jiwa-jiwa indah
Kesepian menjalar menumbuhkan kesakitan

Di pagi hari yang dingin membuka lembaran buku
Badan terasa menggigil pilu
Senyum indah terasa hilang dengan mudah
Hanya sebatas merenung mengingat bilik kisah

Kisah dingin dibalut titipkan air mata kasih
Membuka sesak nafas tersedu-sedu
Masih adakah harapan membuat cerita indah
Bunga segar seakan layu

Chat terakhir memendam makna hakiki
Hilang bekas cinta bersemi
Dingin menyelimuti kesedihan
Tatapan mata layu yang basah akan air pedih perjalanan

Kenangan dingin masih menetap membentuk tenda
Kalbu masih berisi dinginnya cinta
Takdir-Nya terbaik mengadakan kisah
Semoga muncul seorang yang lebih baik menuai indah

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Puisi: Dingin Menyelimuti Kisah"

close