Puisi: Tangis dalam Kesendirian

 

Puisi: Tangis dalam Kesendirian


Taksi mobil berlalu lalang, cahaya pagi terbit indah
Mengisi kepadatan kota megah
Orang-orang ke sana-kemari menuju impian
Melangkahkan kaki dan tekad dalam kehidupan

Seorang pemuda merantau
Kampung harus ditinggalkan, menuju cita-cita dulu
Doa orang tua dibekali dalam setiap perjalanan
Hari-hari melewati tantangan, menguji kesabaran

Tangis terlihat di wajahnya
Teringat masa kebersamaan di desa
Namun niat terus diwujudkan dalam nyata
Rasa sendiri bercampur sedih dalam pemandangan kota

Di sudut trotoar terpasang kursi
Duduk sejenak melepas penat dalam tantangan
Mata memandang arus transportasi
Melihat hikmah dalam gerakan hari di perkotaan menjadi pelajaran

Terlihat masjid menghampiri dan masuk
Tak lupa air wudhu meresap hingga ke hati
Karpet terhampar memenuhi ruang masjid cantik
Shalat menjadi penenang, berdoa, berserah diri

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Puisi: Tangis dalam Kesendirian"

close