Puisi: Penciuman Menghirup Udara

 

Puisi: Penciuman Menghirup Udara


Aroma wangi masakan gulai
Menyerbu hidung terasa sedap
Berjejer nampan-nampan nasi
Bersanding dengan kuah perjalanan hidup

Hidup bernafas menghirup udara ini
Semakin berusaha menghirup berbagai wangi
Masuk melalui celah rongga menuju paru-paru
Dalam hitungan detik waktu terus melaju

Mencium pahitnya ujian
Meraih enaknya kebahagiaan
Angin membawa udara penuh berbagai aroma
Jejak wangi masuk menyentuh makna

Hidung menghiasi wajah menjadi permata
Menjadi komponen kesatuan
Sang Maha Besar mengatur dan mencipta
Sungguh indah makhluk-Nya yang bertebaran

Keluar masuk udara manfaat setiap insan
Oksigen dan karbon dioksida saling mengunjungi paru-paru perjalanan
Hidung menjadi nafas, mencium lingkungan
Tempat tinggal berhias ketentraman

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Puisi: Penciuman Menghirup Udara"

close